Evita Esmeralda, S.Pd.Guru Matematika, SMA Negeri 2 Brebes

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dipelajari oleh peserta didik. Motivasi belajar peserta didik belum optimal dalam mengikuti pembelajaran matematika, seperti pada materi identitas penjumlahan dan selisih trigonometri. Peserta didik merasa ilmu matematika tidak ada manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Secara fakta juga menunjukkan bahwa terdapat rumus-rumus identitas trigonometri yang banyak, panjang, dan mirip-mirip sehingga peserta didik sukar dalam mempelajari dan mengingat berbagai rumus identitas trigonometri. Hal tersebut tentu akan mempengaruhi hasil belajar peserta didik.
Usaha untuk meningkatkan meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui pengoptimalan motivasi belajar yakni dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dengan media lagu dan canva. Penerapan model PBL menjadi solusi karena sesuai dengan akar penyebab masalah berupa peserta didik belum memahami manfaat matematika. Melalui model PBL, peserta didik diberikan soal yang menerapkan materi matematika pada kehidupan sehari-hari. Dengan kegiatan tersebut harapannya peserta didik akan termotivasi untuk belajar matematika.
Pembelajaran model PBL merupakan pembelajaran diskusi. Sehingga perlu LKPD yang tepat agar tujuan diskusi dapat tercapai. LKPD dapat menuntun peserta didik berdiskusi kelompok mendapatkan pengetahuan khususnya tentang identitas penjumlahan dan selisih trigonometri. Peserta didik akan membuat desain rumus pada canva. Masing-masing desain rumus akan ditampilkan pada LCD untuk memperoleh voting yang terbaik. Hal tersebut dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Hasil akhir desain rumus tersebut dapat digunakan untuk media peserta didik dalam mengingat rumus.
Selama proses pembelajaran, menerapkan TPACK berupa penerapan power point dalam, barcode, microsoft form, dan kahoot. Media yang juga akan digunakan dalam pembelajaran yakni lagu yang digubah liriknya menjadi rumus identitas trigonometri. Lagu yang digunakan yakni lagu layang-layang. Melalui lagu, peserta didik dapat memperoleh manfaat yakni: peserta didik dapat menghafal materi pelajaran dengan mudah dan efektif; ingatan tentang materi tidak mudah dilupakan. Dengan demikian media lagu terbebas dari gangguan atau hilangnya informasi dari ingatan; dapat digunakan sebagai petunjuk untuk memanggil ingatan yang telah disimpan. Sehingga menurunkan kemungkian terjadinya proses lupa; meningkatkan memori peserta didik sehingga membantu peserta didik dalam menangkap materi yang telah diajarkan guru.
Berdasarkan kegiatan pembelajaran menggunakan model PBL dengan media lagu dan canva pada materi trigonometri menunjukkan hasil motivasi peserta didik sebagai berikut.
Kegiatan pembelajaran menggunakan model PBL dengan media lagu dan canva pada materi trigonometri menunjukkan hasil motivasi peserta didik sebagai berikut.
| No | Indikator | Persentase | Kriteria |
| 1 | Perhatian (Attention) | 87,98% | Sangat Baik |
| 2 | Relevansi (Relevance) | 85,85% | Baik |
| 3 | Percaya Diri (Confidence) | 83,53% | Baik |
| 4 | Kepuasan (Satisfaction) | 91,49% | Sangat Baik |
Hasil motivasi peserta didik berdampak baik terhadap hasil belajar peserta didik. Terdapat peningkatan hasil belajar pada siklus pertama dan siklus kedua. Pada siklus I, rata-rata penilaian pengetahuan siswa mencapai 91. Hasil ini kemudian mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 99. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa proses pembelajaran yang dilakukan pada siklus II mampu memberikan dampak positif terhadap pemahaman siswa. Selain itu, ketuntasan penilaian pengetahuan juga memperlihatkan adanya perkembangan yang signifikan. Jika pada siklus I ketuntasan baru mencapai 89%, maka pada siklus II meningkat hingga mencapai 100%. Dengan demikian, seluruh siswa telah mencapai ketuntasan belajar pada siklus II, yang berarti tujuan pembelajaran berhasil dicapai dengan lebih optimal.
Secara umum, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan model PBL dengan media lagu dan canva pada materi trigonometri efektif untuk meningkatkan hasil belajar melalui pengoptimalan motivasi peserta didik.



