Aksara Jawa dan Tantangannya

Ela Sulistyo, S.Pd., Guru Bahasa Jawa, SMA Negeri 2 Brebes

Bahasa Jawa merupakan salah satu muatan lokal wajib di Provinsi Jawa Tengah. Ketentuan tersebut tercantum dalam Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 423.5/5/2010 yang menetapkan bahwa muatan lokal Bahasa Jawa dilaksanakan pada jenjang pendidikan SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA.

Salah satu materi yang diajarkan dalam pembelajaran Bahasa Jawa adalah membaca dan menulis aksara Jawa. Aksara Jawa merupakan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi dan perlu dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Jawa.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan, diketahui bahwa motivasi belajar siswa khususnya siswa SMA Negeri 2 Brebes dalam pembelajaran membaca dan menulis aksara Jawa bervariasi. Sebagian siswa menunjukkan minat yang cukup baik. Namun, sebagian besar masih menghadapi kesulitan. Hal tersebut terjadi karena beberapa faktor.

Dari faktor lingkungan, motivasi belajar siswa dalam membaca dan menulis aksara Jawa rendah karena sebagian siswa SMA Negeri 2 Brebes berasal dari daerah perbatasan Jawa Barat di mana bahasa sehari-hari mereka lebih dominan bahasa Sunda. Perbedaan latar belakang bahasa ini memengaruhi tingkat pemahaman siswa terhadap bahasa Jawa, terutama dalam pembelajaran aksara Jawa.

Dari faktor siswa, mereka menganggap aksara Jawa cukup menantang karena bentuknya berbeda dengan huruf Latin dan jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menyebabkan sebagian siswa belum terbiasa membaca maupun menulis aksara Jawa secara lancar meskipun selama sekolah mereka selalu mendapat materi tersebut.

Dari faktor pembelajaran, metode dan media pembelajaran yang digunakan dalam proses belajar mengajar turut memengaruhi motivasi siswa. Penggunaan metode konvensional tanpa dukungan media yang menarik terkadang membuat proses belajar terasa kurang variatif. Sebaliknya, pembelajaran yang melibatkan media visual atau interaktif dapat membantu siswa lebih tertarik dan termotivasi. Melihat kenyataan tersebut, masalah yang dihadapi siswa harus segera diatasi karena bagaimanapun aksara Jawa harus dilestarikan supaya tidak punah. Oleh karena itu, untuk meningkatkan motivasi belajar diperlukan inovasi pembelajaran yang lebih kreatif, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik siswa. Penggunaan media pembelajaran yang menarik dapat menjadi salah satu solusi agar siswa lebih antusias dalam mempelajari aksara Jawa.

Baca Juga