Memaknai Kehidupan dari Perbedaan Recount dan Narrative

Hida Eliska Febrina, S.Pd., Guru Bahasa Inggris, SMA Negeri 2 Brebes

Pernahkah kalian membaca dongeng seperti “Cinderella” atau “Timun Mas”, lalu juga membaca cerita sejarah tentang pahlawan Indonesia?  Sekilas keduanya sama-sama bercerita tentang masa lalu. Tapi tahukah kalian bahwa dalam Bahasa Inggris keduanya termasuk jenis teks yang berbeda?

Dongeng adalah contoh Narrative, sedangkan cerita sejarah termasuk Recount.

Dalam pelajaran Bahasa Inggris, ada dua jenis teks yang sering dianggap mirip karena sama-sama menceritakan peristiwa yang sudah terjadi: Recount dan Narrative. Padahal, keduanya memiliki tujuan dan karakteristik yang berbeda.

Apa itu Recount?

Recount text adalah teks yang menceritakan kembali peristiwa atau pengalaman yang benar-benar terjadi di masa lalu. Tujuannya adalah merekam dan menceritakan pengalaman masa lalu secara berurutan.

Ada tiga jenis Recount:

  1. Personal experience (pengalaman pribadi)
  2. Historical story (cerita sejarah)
  3. Biography (riwayat hidup seseorang)

Dari jenis-jenisnya, kita bisa simpulkan bahwa Recount bersifat nonfiksi karena isinya berdasarkan kenyataan.

Apa itu Narrative?

Narrative text adalah teks yang menceritakan kisah imajinatif. Kalau pun diambil dari kisah nyata, biasanya sudah dimodifikasi agar lebih menarik. Tujuan Narrative adalah menghibur pembaca atau pendengar.

Lalu bagaimana kalau kisahnya sedih — apakah tetap menghibur? Tentu saja! “Menghibur” bukan berarti selalu membuat tertawa, tetapi memberi kebahagiaan batin saat membaca. Ketika kita membaca kisah sedih lalu tersentuh dan mendapatkan pelajaran hidup, di situlah kebahagiaan itu muncul. Jadi bukan berarti kita tertawa di atas penderitaan orang lain ya.

Bentuk teks Narrative antara lain: dongeng, fabel, legenda, mitos, cerpen, dan novel.

Perbedaan Berdasarkan Generic Structure

Sekarang, kita lihat perbedaan keduanya dari struktur (generic structure):

Recount Text

  1. Orientation
    Bagian ini berisi pengenalan tokoh, latar (waktu, tempat, suasana), dan apa yang terjadi.
  2. Events
    Berisi urutan kejadian atau pengalaman yang dialami secara kronologis.
  3. Reorientation
    Merupakan penutup yang biasanya berisi perasaan penulis setelah mengalami peristiwa tersebut. Bagian ini optional — boleh ada, boleh tidak.

Narrative Text

  1. Orientation
    Sama seperti pada Recount, bagian ini memperkenalkan tokoh dan latar cerita.
  2. Complication
    Bagian ini menceritakan masalah atau konflik yang dihadapi tokoh. Inilah bagian paling menarik dalam Narrative, karena membuat cerita menjadi hidup.
  3. Resolution
    Menjelaskan bagaimana masalah atau konflik tadi diselesaikan.
  4. Reorientation
    Merupakan bagian penutup yang sering kali berisi pesan moral. Bagian ini juga optional, karena tidak semua pesan moral ditulis secara langsung, kadang tersirat dari jalan cerita.
    Tapi ingat, setiap Narrative pasti mengandung pesan moral, karena tidak mungkin penulis bercerita tanpa tujuan.

Apa yang Membuat Narrative Lebih Seru?

Kalau kita bandingkan, perbedaan utama keduanya ada di bagian komplikasi dan resolusi.
Dalam Recount, tidak ada masalah yang harus diselesaikan, karena ceritanya hanya menceritakan pengalaman apa adanya.

Sedangkan Narrative selalu memiliki konflik dan penyelesaian, itulah yang membuatnya lebih menarik.

Coba bayangkan, mana yang lebih seru dibaca: cerita sejarah atau dongeng/novel?

Pasti banyak yang menjawab “novel”, kan?

Kenapa begitu? Karena dalam novel ada konflik atau masalah yang membuat alur cerita terasa hidup dan penuh emosi.

Memaknai Kehidupan dari Perbedaan Recount dan Narrative

Nah, dari perbedaan itu kita bisa belajar satu hal penting tentang kehidupan.
Ketika kalian menemui masalah, jangan langsung sedih atau putus asa.
Justru sebaliknya, bersyukurlah — karena bisa jadi Tuhan sedang menulis “cerita hidup” kalian agar lebih seru dan berwarna. Masalah bukan hukuman, melainkan bagian penting dari perjalanan hidup yang membuat kita tumbuh dan belajar.

Saat kita menerima masalah dengan rasa syukur, energi kita menjadi lebih baik.
Hati yang tenang akan memudahkan kita menemukan solusi.
Ingatlah, setiap masalah pasti memiliki jalan keluar. Tuhan tidak akan membiarkan kita terus terjebak dalam kesulitan. Seperti janji Allah dalam QS. Al-Insyirah ayat 6–7:

“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.”

Dengan cara pandang seperti ini, kita tidak akan mudah stres atau merasa tidak punya harapan. Kita tahu bahwa setiap kesulitan hanyalah bagian dari proses menuju kemudahan.

Tapiii… bukan berarti kita harus mencari-cari masalah agar hidup terasa seru, ya!
Masalah akan datang sendiri — karena selama kita masih hidup dan bernapas, tantangan akan selalu ada. Yang penting adalah bagaimana kita menyikapinya dengan bijak, sabar, dan penuh syukur.

Penutup Jadi, kalau hari ini kamu sedang berada di tengah “complication” dalam hidupmu, tersenyumlah. Mungkin Tuhan sedang menulis kisah narrative terbaik untukmu —
kisah yang suatu hari nanti akan kamu ceritakan sebagai recount, dengan penuh syukur dan kebahagiaan.

Baca Juga