Kegiatan literasi dengan tutor sebaya di SMA Negeri 2 Brebes telah menjadi salah satu inovasi pendidikan yang berhasil membangkitkan semangat belajar dan berkarya di kalangan siswa. Program ini bukan sekadar kegiatan membaca atau menulis rutin, tetapi telah menjadi gerakan kolaboratif yang melibatkan siswa sebagai subjek utama dalam membangun budaya literasi yang hidup, aktif, dan produktif.
Pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan sangat baik berkat peran tutor sebaya yang berfungsi sebagai pendamping dan motivator bagi teman-temannya. Mereka tidak hanya membantu memahami isi bacaan, tetapi juga memandu dalam proses menulis karya, berdiskusi gagasan, serta membangun kepercayaan diri siswa dalam mengekspresikan ide secara tertulis maupun lisan. Pendekatan tutor sebaya ini terbukti efektif karena komunikasi antar siswa berlangsung lebih egaliter, akrab, dan tanpa tekanan.
Keberhasilan program ini tampak nyata dari banyaknya karya yang dihasilkan oleh siswa. Beragam bentuk karya lahir dari kegiatan ini, mulai dari puisi, cerpen, artikel opini, esai reflektif, hingga karya ilmiah remaja. Banyak di antaranya bahkan telah dipublikasikan dalam majalah sekolah, buletin literasi, maupun media digital sekolah seperti Podcast Smadabes dan Hutan Literasi. Fakta ini menunjukkan bahwa program literasi tidak berhenti pada kegiatan membaca dan menulis, melainkan telah berkembang menjadi ruang kreatif yang mengasah berpikir kritis, empati sosial, dan keterampilan komunikasi siswa.
Selain menghasilkan karya nyata, kegiatan literasi tutor sebaya juga memperkuat karakter kolaboratif dan saling menghargai antar siswa. Mereka belajar menjadi pendengar yang baik, pembaca yang kritis, dan penulis yang bertanggung jawab terhadap isi tulisannya. Guru pun menjadi fasilitator yang mendorong, bukan mendikte, sehingga suasana literasi tumbuh dari kesadaran bersama, bukan paksaan.
Secara keseluruhan, kegiatan literasi dengan tutor sebaya di SMA Negeri 2 Brebes dapat dinyatakan berhasil dan sukses. Program ini bukan hanya meningkatkan kemampuan literasi siswa, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, kepemimpinan, serta semangat berkarya yang luar biasa. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa ketika siswa diberi ruang untuk tumbuh, belajar bersama, dan saling menginspirasi, maka budaya literasi dapat berkembang menjadi kekuatan besar dalam membangun karakter unggul di lingkungan sekolah.






